Thursday, May 22, 2003
Istighfar dan Taubat sebagai Salah Satu Kunci Dibukanya Pintu Rezeki "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2 -- 3). Gapailah Rahmat Allah dengan Taubat Sebelum Terlambat.... "Katakanlah (bahwa Allah berkata): "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab menimpamu kemudian kamu (pada saat itu) tidak (lagi) ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba sedang kamu tidak menyadari." (Az-Zumar: 53--55)
Wednesday, May 21, 2003
Istighfar dan Taubat sebagai Salah Satu Kunci Dibukanya Pintu Rezeki
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2 -- 3).
Gapailah Rahmat Allah dengan Taubat Sebelum Terlambat....
"Katakanlah (bahwa Allah berkata): "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab menimpamu kemudian kamu (pada saat itu) tidak (lagi) ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba sedang kamu tidak menyadari." (Az-Zumar: 53--55)
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Ath-Thalaq: 2 -- 3).
Gapailah Rahmat Allah dengan Taubat Sebelum Terlambat....
"Katakanlah (bahwa Allah berkata): "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab menimpamu kemudian kamu (pada saat itu) tidak (lagi) ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba sedang kamu tidak menyadari." (Az-Zumar: 53--55)
Monday, May 19, 2003
hmm...
Heran, Kenapa ya...
Surat dari Allah SWT.
saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKU,
walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU
atau bersyukur kepadaKU atas sesuatu hal yang indah
yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin
....
tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi beraktivitas ....
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti
dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk ....
AKU melihatmu ketika engkau pergi beraktivitas dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari
dengan semua kegiatanmu AKU berpikir engkau terlalu
sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU
sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKU
itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan
kepalamu
engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu
dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut
namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang
AKU berikan
tetapi engkau tidak melakukannya ....
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan berbicara kepadaKU
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus engkau kerjakan
di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun
kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu
AKU berpikir engkau akan berbicara kepadaKU
tetapi engkau berlari ke telepon dan menghubungi
seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru
setelah itu, KUlihat engkau menyalakan TV/Komputer engkau
habiskan banyak waktu setiap hari di depannya
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati program
yang ditampilkan
kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau
menonton TV dan menikmati makananmu
tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU ....
saat tidur, KUpikir kau merasa terlalu lelah
setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidur
dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU kau sebut
engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain
AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan
sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu
keesokan harinya .... engkau bangun kembali
dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa
hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk
menyapaKU ....
tapi yang KUtunggu .... tak kunjung tiba .... tak
juga kau menyapaKU
subuh .... dzuhur .... ashar .... magrib .... isya
dan subuh kembali
kau masih mengacuhkan AKU .... tak ada sepatah kata,
tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada
harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU
apa salahKU padamu .... wahai hambaKU ?
rizki yang KUlimpahkan, kesehatan yang KUberikan,
harta yang KUrelakan, makanan yang KUhidangkan,
anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKU
percayalah AKU selalu mengasihimu
dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan
menyapaKU, memohon perlindunganKU, bersujud
menghadapKU ....
yang selalu menyertaimu setiap saat ....
Allah SWT. ....
Heran, Kenapa ya...
Surat dari Allah SWT.
saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKU,
walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU
atau bersyukur kepadaKU atas sesuatu hal yang indah
yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin
....
tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi beraktivitas ....
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti
dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk ....
AKU melihatmu ketika engkau pergi beraktivitas dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari
dengan semua kegiatanmu AKU berpikir engkau terlalu
sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU
sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKU
itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan
kepalamu
engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu
dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut
namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang
AKU berikan
tetapi engkau tidak melakukannya ....
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan berbicara kepadaKU
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus engkau kerjakan
di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun
kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu
AKU berpikir engkau akan berbicara kepadaKU
tetapi engkau berlari ke telepon dan menghubungi
seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru
setelah itu, KUlihat engkau menyalakan TV/Komputer engkau
habiskan banyak waktu setiap hari di depannya
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati program
yang ditampilkan
kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau
menonton TV dan menikmati makananmu
tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU ....
saat tidur, KUpikir kau merasa terlalu lelah
setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidur
dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU kau sebut
engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain
AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan
sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu
keesokan harinya .... engkau bangun kembali
dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa
hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk
menyapaKU ....
tapi yang KUtunggu .... tak kunjung tiba .... tak
juga kau menyapaKU
subuh .... dzuhur .... ashar .... magrib .... isya
dan subuh kembali
kau masih mengacuhkan AKU .... tak ada sepatah kata,
tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak ada
harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU
apa salahKU padamu .... wahai hambaKU ?
rizki yang KUlimpahkan, kesehatan yang KUberikan,
harta yang KUrelakan, makanan yang KUhidangkan,
anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak
membuatmu ingat kepadaKU
percayalah AKU selalu mengasihimu
dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan
menyapaKU, memohon perlindunganKU, bersujud
menghadapKU ....
yang selalu menyertaimu setiap saat ....
Allah SWT. ....